Blog ini menampilkan karya-karya foto saya yang diterjemahkan/dipadankan dengan karya puisi tulisan saya sendiri - *Klik pada subjek untuk melihat gambar dengan lebih jelas*
Di sini aku bermohon menghadang ombak nafsu dengan benteng amalan menjala ikan pahala dengan jaring ibadah berumpankan doa ketenangan diri mendekatkan diri kepada Maha Mengetahui menunaikan kewajipan setiap muslimin.
Di sini tertanamnya pohon keinsafan ditabur dengan baja amalan mulia disiram dengan air akidah dengan harap ia tumbuh bersama iman kukuh tahan diuji taufan nafsu meredup rohani dari cahaya khurafat akarnya mencengkam tanah sifat menegak batang syariat membuah kalimah rahmat menjadi bekalan akhirat.
Pentas Ibadah terpancarnya Hidayah membentuk jati diri Muslimin sejati bercahayakan kerdipan Syiar Islam yang menerangkan zaman gelap Jahiliah dan menyuluh lorong-lorong mungkar mementas zikir-zikir memuji keagungan Tuhan Sekalian Alam.
Kusambut sebutir permata yang telah jatuh kepangkuanku cahayanya menembusi zahir menerjah ke dalam naluri yang duka aku terpaku dibias silau yang nyata segera nafasku mendesah antara debar dan gelisah.
Lembut halus kusentuh butirnya nyata auranya menusuk kalbuku licinnya mula menggelungsur seluruh jasadku dingin dan tenang terasa bagai magnet yang mengalir menguruti jasad dan darah.
Renunganku mengawal permata itu terpesona dan indah sekali aku mula tenggelam dalam tarikannya menerawang ke alam fantasi
Kulihat semua bayangan pelangi mengelilingi dan membelenggu terkandas aku bersama khayal yang kusedar ianya bukan mimpi.
Permata itu semakin bersinar mula menyelubungi seluruh ruangku tak bisaku lari lagi di sini telah kutemui hasrat naluri yang membawa aku ke lembah suci.
Kini semuanya telah dimengerti tentang kasih yang abadi kenangan yang tak kulupakan permata yang seperti itu
Pernah menawan seluruh jiwaku hingga aku terlena di sinar gemerlapanmu kni aku terkedu terasa dingin dan kaku
Bejalan aku di lorong pertiwi terdengar bisik pelbagai cerita adakah aku pejuang bangsa?
Semalam aku sedari sejernih bahasa telah digauli toksik pencemarnya mula menular antara kata setempat tutur merempat
Disetiap cita-cita dilaungkan tuturku tak mungkin tergugat oleh hambatan bahasa hebat tamadun kitalah akan tergerak ke depan namun, kataku tersekat lagi tragedi pengkhianat setempat
Kuteruskan tutur dengan kata semangat menjalin bahasa dengan percakapan yang erat setiap detik kupertahankan niat terasa tuturku semakin tenat menjadi dwi martabat yang sesat.
Tutur kata bercakap bahasa maruah adat cerminan budaya ini milik yang harus dijaga tergadai bahasa terlelong bangsa!